Jumat, 23 November 2012

Poetry - The Stars

By : Ni Luh Putu Mira Suantari

October 16, 2009

There are millions stars in the sky
They smile brightly every night
Make me believe with a miracle
The miracle of stars in our lives
                         
The stars bring me fly
Fly in my dreams all the time
Full of miracle and happiness
Without crying and sadness
           
If there is no stars
Night can be dark without light
My heart is so silent
And I feel alone 

Rabu, 21 November 2012

Cerpen - Kesalahpahamanku Membawamu Pergi


Karya : Ni Luh Putu Mira Suantari 

Kupandangi burung kecil yang hinggap di pohon itu. Begitu bebasnya ia pergi kemana saja. Terbang dengan kedua sayapnya yang begitu anggun. Seakan tiada aral melintang yang akan menghentikannya.
Pagi ini aku hanya bisa berharap akan datangnya keajaiban yang menghampiriku. Kebebasan yang kudamba yang akan melepaskanku dari pahitnya hidup dibalik jeruji besi yang tegak kaku dihadapanku ini.
Berawal dari suatu kesalahan yang telah kuperbuat lima tahun yang lalu. Sebuah kesalahpahaman yang mengharuskanku merenggut nyawa gadis tak berdosa, Metha, sahabatku.
Metha adalah sahabat yang baik dan setia, yang telah kuakhiri hidupnya dengan tanganku ini.
Waktu itu… bisik-bisik cerita yang tak seharusnya kudengar menghampiri indra pendengarku, memaksa untuk kutahu omong kosong itu. Dengan hati yang terbakar amarah, kusingkirkan semua yang menghadang di depanku, menuju ke suatu tempat, taman sekolah.

Sabtu, 20 Oktober 2012

My Diary - Hujan

Karya : Ni Luh Putu Mira Suantari

Jumat, 6 Juli 2012


Hujan,,, sebenarnya apa makna dibalik hujan itu? Ketika sedih, seseorang akan berpikir bahwa hujan yang turun itu ikut merasakan kesedihannya. Dan ketika bahagia apakah seperti itu juga?

Terkadang saat memandang hujan itu membuat hati terasa teduh, nyaman dan sungguh sangat menyenangkan di dalam sini. Tapi seketika juga terkadang terasa miris, sesak dan begitu memilukan. Hhmm, entahlah, begitu banyak persepsi yang muncul kala menikmati sesuatu yang hanya terdiri dari lima huruf itu.

Huft,,, kuhempaskan tubuhku di atas tempat tidurku. Rasanya malas sekali, padahal saat ini jam di dinding kamarku baru saja menunjukkan pukul sembilan pagi. Tapi apa boleh buat, suasana di luar rumah juga tak mendukungku untuk melakukan suatu hal yang kusukai di luar rumah. Yaa,, hari ini hujan turun sedari subuh tadi, membuatku semakin malas dan betah walau hanya sekadar mengurung diri di ruang pribadiku ini. Toh tak ada hal lain juga yang bisa aku lakukan di saat seperti ini kecuali duduk manis menunggu sang buliran bening itu tak lagi menghiasi indahnya hari.